Selama tiga tahun lebih menjadi editor, saya memiliki kenangan paling "pahit" saat menyunting sebuah buku terjemahan. Tentu tidak perlu saya sebutkan judul buku dan nama penerjemahnya. Terjemahan tersebut kacau sekali sampai-sampai saya menyempatkan diri untuk mengumpat setiap kali jenuh. Padahal butuh waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu hingga benar-benar tuntas proses penyuntingannya.Berikut ini sedikit contoh kesalahan fatalnya. Sayang saya tidak sempat mencatat konteksnya secara agak lengkap, tapi semoga sudah bisa dipahami letak kesalahan fatalnya.
- "Learners can experience difficulty... " diterjemahkan menjadi "Siswa sulit mendapatkan pengalaman..."
- "This is because ... " diterjemahkan menjadi "Hal ini menyebabkan ... "
- "... in order for this to happen..." diterjemahkan menjadi "maka sehingga urutan tersusun... "
No comments:
Post a Comment