Don't eat candies.
Lalu oleh murid saya diterjemahkan menjadi
Dilarang makan permen-permen.
Haduh, lagi-lagi plural nouns. Entah kenapa saat mendengar terjemahan murid saya tersebut, saya jadi menangkap kesan "permen tertentu". Padahal tentu saja yang dimaksud hanya sekedar larangan makan permen. Saat saya menyuruh murid saya menggantinya menjadi satu "permen" saja, murid saya ragu-ragu.
"Tapi ini kan permennya lebih dari satu, Mba... Nanti kalo dimarahi Bu Guru gimana?"
No comments:
Post a Comment